Sabtu, 18 Mei 2019

Cerdas dalam Memilih Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)


Hidrasi Sehat Peran Air Bagi Tubuh (Doc:@sehatQUA/twitter.com)
Kita mungkin sering merasakan lelah dan berpikir rasanya mau sakit. Padahal anggapan ini belum tentu benar. Bisa jadi kita hanya kehausan karena kurangnya asupan air dalam tubuh alias dehidrasi. Hal ini karena tubuh sangat membutuhkan air agar tetap sehat. Makanya tidak salah kalau ada anggapan bahwa air adalah investasi kesehatan sepanjang masa.
Saya setuju dengan ungkapan ini, karena memang saya suka minum air. Apa pasal? Karena saya suka naik publik transport (bus TransJakarta), mau tidak mau harus banyak jalan naik turun halte. Untuk mengimbanginya saya harus banyak minum air. Itu sebabnya saya sering bawa tumbler berisi air sebagai upaya pendegahan dari dehidrasi.

Senin, 15 April 2019

Sarihusada Dukung World Allergy Week Melalui Gerakan 3K #BundaTahapAlergi

 \]
Doc:worldallergy.org

Angka kejadian penyakit alergi meningkat dari tahun ke tahun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang berubah, sehingga memudahkan menghasilkan lingkungan yang memudahkan terjadinya penyakit alergi.
Selain itu ilmu kedokteran dalam bidang alergi dan imunologi mengalami kemajuan pesat sehingga banyak penyakit alergi mudah dideteksi. Kemajuan ini mempunyai kontribusi dalam angka kejadian penyakit alergi, terutama pada anak. Kondisi ini berupa reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dimakan atau dihirup yang sebenarnya tidak berbahaya dan tidak pula semua anak mengalaminya.

Rabu, 20 Maret 2019

Besarnya Biaya Menjadi Tantangan Terbesar bagi Pengidap Penyakit Langka di Indonesia

WRDD 2019 flier (dok:deksgram.net) 

Hari Penyakit Langka Sedunia atau Rare Disease Day diperingati setiap tanggal 28 Februari. Suatu penyakit dikategorikan sebagai penyakit  langka apabila seluruh pengidapnya masih di bawah 2.000 jiwa. Di dunia ini sekarang tercatat ada 6000 - 8.000 penyakit langka yang baru diketahui. Penyakit ini tentunya bisa mengancam jiwa atau menurunkan kualitas hidup pasien apabila tidak segera ditangani.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 75% dari pasien penyakit langka adalah anak-anak. Bahkan 30% pasiennya merupakan anak-anak dibawah usia 5 (lima) tahun. Dan baru sekitar 5% pasien yang mendapatkan penanganan yang memadai. Untuk itu menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua yang mempunyai anak dengan penyakit langka untuk memberikan nutrisi yang tepat sejak usia dini, karena usia dini merupakan masa terbaik optimalisasi tumbuh kembang seorang anak di masa depan.

Rabu, 13 Februari 2019

Pentingnya Peran Aktif Orang Tua dalam Proses Tumbuh Kembang Anak

Foto bersama para narasumber Dr Cony, psikolog Ajeng Ravianda, seorang aktris Kaditya, dan Arif Mujahidin, Communication Manager, Danone Indonesia 

Ternyata masih banyak para orang tua yang enggan untuk membicarakan perkembangan anak-anaknya sejak lahir. Entah karena malu atau karena kesibukannya sehingga tidak siap untuk membicarakan dan rkonsultasi ke dokter anak. Mereka mengira selama anak tidak sakit, dianggapnya perkembangan anak mereka wajar-wajar saja. Padahal masalah perkembangan anak itu sangat kompleks. Salah satunya adalah mengenai masalah berat badan. 

Selasa, 27 November 2018

#Prematur Bukan Halangan untuk Tumbuh Kembang Normal

Berkat Sains bayi paling prematur sedunia, sekarang masih hidup 
(doc:Courtney Stensrud/Sains Kompas)

Senang saya bisa hadir pada acara #BicaraGizi bersama Nutricia Sarihusada yang mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat anak yang terlahir secara Prematur. Acara ini sengaja diadakan setiap tanggal 17 November dalam rangka memperingati Hari Prematur Sedunia (World Prematurity Day), sebagai bentuk perhatian dunia terhadap anak yang terlahir secara Prematur. 

Tema yang diusung Nutricia kali ini adalah "Dukung Si Kecil yang lahir Prematur untuk Tumbuh Kembang Optimal" di Jakarta 17 November 2018. Hadir narasumber pada acara tersebut adalah dr Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) selaku Dokter Anak Konsultan Neonatalogi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Joana Alexandra, seorang selebriti yang juga ibu dengan anak terlahir prematur

Selasa, 30 Oktober 2018

#BincangGizi bersama Group Danone Indonesia: Mengenal Kedelai sebagai Alternatif Protein yang Kaya Nutrisi


Tempat untuk #BincangGizi bersama Group Danone Indonesia (dokpri)

Ternyata saya tidak sia-sia menyukai bahan makanan dari kedelai. Sebut saja produk olahan kedelai yang sudah dikenal secara umum, seperti tempe (tempeh), tahu, edamame, dan kecap. Sedang untuk susu kedelai, saya relatif jarang meminumnya atau memanfaatkannya, karena anak saya lebih menyukai susu yang berasal dari hewani.

To be honest with you, kesukaan saya pada kedelai sudah dimulai sejak kecil. Maklum saya dibesarkan di kampung, daerah yang masih banyak persawahan dan tegalan. Jadi kedelai menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Memang bentuk olahannya masih sangat sederhana, sekitar tahu, tempe dan edamame (kedelai yang direbus).

Senin, 29 Oktober 2018

Sedikit Mengenal Apa Dampak dan Penyebab Gangguan Makan pada Anak

Saat acara #BicaraGizi berlangsung (doc: pribadi)

Senang rasanya saya bisa hadir pada acara “Bicara Gizi” yang mengulas tentang Masalah dan Gangguan Makan pada Anak: Apa Dampak dan Penyebabnya. Acara ini diadakan oleh Nutrisi untuk Bangsa, pada tanggal 20 Oktober 2018 bertempat di Ocha and Bella, Jakarta Pusat.
Melalui diskusi "Bicara Gizi" ini, diharapkan para ibu bisa meningkatkan kesadaran untuk mengatasi perilaku makan pada anak. Yang akhirnya bisa memberikan nutrisi yang tepat bagi bayi dan anak-anak mereka, demi tumbuh-kembang yang optimal dan dapat menikmati masa depannya yang cerah.