Walaupun
saya sudah mencoba belajar sedikit tentang narkoba. Namun terus terang
saya belum banyak tahu bagaimana narkoba yang sudah berubah bentuk dan
dibungkus dalam kemasan. Adanya pemberitaan bahwa kini permen/permen
karet rasa narkoba sudah beredar di Indonesia, membuat saya menjadi
ekstra hati-hati agar tidak sembarangan makan permen karet. Apalagi
kalau jenis permen karet yang rada-rada aneh, kelihatan baru sekali atau
bahkan belum pernah mendengar namanya. Bagaimana dengan anak-anak yang umumnya suka gula-gula?
Sementara
tadi pagi saya dikejutkan dengan membaca status dari John Lilipaly di
FB BNN yang isinya: “SOS….. SOS….. SOS…..! NARKOBA DALAM PERMEN DIJUAL
DI-SEKOLAH-2 SEHARGA Rp10.000/3! SELAMATKAN PUTRA-PUTRI BANGSA DARI
NARKOBA DENGAN “EDUKASI LISAN” TENTANG BAHAYA NARKOBA DAN HARUS
DILAKUKAN DENGAN RUTIN “SETIAP HARI, TANPA LELAH” OLEH ORANG-ORANG
TUA/GURU-2/DOSEN2 dll, SEMENJAK ANAK-ANAK MASIH DINI, AGAR JUMLAH 4 JUTA
PECANDU DI NKRI MENURUN!
****