Tampilkan postingan dengan label #narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #narkoba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2014

Peran Orang Tua Menjadi Benteng Utama dalam Program P4GN Narkoba


Keluarga Bahagia Tanpa Narkoba (doc: bnn.go.id)

Sebagai orang tua,yang mempunyai anak masih dalam usia sekolah, saya sekarang harus lebih waspada, karena ancaman atau godaan bisa datang setiap saat. Apalagi dengan maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang mungkin tanpa kita sadari sudah berada di sekitar rumah kita. Untuk itu tidak ada cara lain kecuali saya pun harus membentengi dengan ilmu yang berkaitan dengan narkoba, agar saya bisa memberikan penjelasan sedikit banyak bagaimana bahaya dan efek sampingnya. Termasuk juga dengan berbagai modus penyebarannya.
Itu semua karena kepedulian saya kepada anak dan keluarga jangan sampai saya kecolongan. Hal ini mengingatkan karena berbagai modus akan terus dilakukan oleh para pengedar dan Bandar narkoba untuk mengelabuhi pihak yang berwenang, biar mereka sedikit aman sekaligus untuk menjerat anak-anak kita,  terutama yang masih usia remaja maupun pelajar. Untuk itu para orang tua diharapkan untuk terus mengawasi dan mengetahui apabila anak kita mempunyai perilaku aneh yang tidak biasa anak-anak  lakukan. Sehingga kita bisa segera mendeteksinya apakah anak kita ikut terlibat atau tidak.

Rehabilitasi sebagai Upaya Untuk Memutus Mata Rantai Supply & Demand Narkoba



Hidup Sehat Tanpa Narkoba (doc: bnn.go.id)


Betapa pentingnya rehabilitasi bagi pecandu Narkoba sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Itulah yang menjadi tekad dan misi bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mulai dicanangkan pada awal tahun 2014. Padahal Undang-undang tentang Narkoba sudah diundangkan sejak tahun 2009. Makanya kebutuhan untuk segera merehabilitasi sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, "sekarang inilah saatnya kita melangkah, tidak perlu menyalahkan kenapa baru sekarang ini." Hal ini karena memang  yang sudah dimandatkan oleh lembaga dunia PBB yang bergerak dalam bidang narkoba dan kejahatan, yang dikenal United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan yang berlaku di berbagai negara lainnya. Perubahan inilah yang akan dijalankan oleh BNN untuk menangani permasalahan narkoba

Demikianlah pesan Kepala BNN pada peserta FGD di depan para Blogger, yang diadakan oleh Deputi Pencegahan BNN pada tanggal 14 April 2014 yang lalu di Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur. Acara ini mengambil tema “Standar Internasional Pencegahan Narkotika Berbasis Ilmu Pengetahuan. Hadir juga pada acara tersebut Bapak Yappi Manape sebagai Deputi Pencegahan BNN, Bapak Gun Gun Siswadi sebagai Direktur Diseminasi Informasi BNN, Bapak Brigjen Pol. dr Victor Pudjiadi sebagai Direktur Advokasi Bidang Pencegahan BNN, Ibu Retno yang bertugas di Devisi Media. Sedangkan Tujuan acara kali ini adalah untuk mensosialisasikan standar pencegahan berbasis ilmu pengetahuan yang di keluarkan oleh United Nations Office on Drugs And Crime (UNODC/CND)

Sabtu, 12 April 2014

[Narkoba - 21] Hati-hati! Permen Karet Rasa Narkoba Kini Beredar di Sekolah


Awas, Permen Narkoba Beredar Lagi di Sekolah 
(doc: syaifuddin.wordpress.com)

Walaupun saya sudah mencoba belajar sedikit tentang narkoba. Namun terus terang saya belum banyak tahu bagaimana narkoba yang sudah berubah bentuk dan dibungkus dalam kemasan. Adanya pemberitaan bahwa kini permen/permen karet rasa narkoba sudah beredar di Indonesia, membuat saya menjadi ekstra hati-hati agar tidak sembarangan makan permen karet. Apalagi kalau jenis permen karet yang rada-rada aneh, kelihatan baru sekali atau bahkan belum pernah mendengar namanya. Bagaimana dengan anak-anak yang umumnya suka gula-gula?

Sementara tadi pagi saya dikejutkan dengan membaca status dari John Lilipaly di FB BNN yang isinya:  “SOS….. SOS….. SOS…..! NARKOBA DALAM PERMEN DIJUAL DI-SEKOLAH-2 SEHARGA Rp10.000/3! SELAMATKAN PUTRA-PUTRI BANGSA DARI NARKOBA DENGAN “EDUKASI LISAN” TENTANG BAHAYA NARKOBA DAN HARUS DILAKUKAN DENGAN RUTIN “SETIAP HARI, TANPA LELAH” OLEH ORANG-ORANG TUA/GURU-2/DOSEN2 dll, SEMENJAK ANAK-ANAK MASIH DINI, AGAR JUMLAH 4 JUTA PECANDU DI NKRI MENURUN!

****