Kamis, 08 Agustus 2013

Hati-hati Mengambil Uang di ATM Machine: Uang Tidak Keluar, tapi Saldo Berkurang

ATM in Knowledge Machine Use (doc:chinemouse.info)

Pengalaman pahit baru saja terjadi. Aku baru saja ke BNI ATM machine pada hari Jum'at tanggal 2 Agustus, 2013 sekitar jam 2:12, yang berada tidak jauh dari rumahku. Tujuannya sama dengan nasabah yang lain untuk mengambil uang buat persiapan lebaran. Karena mulai besok pagi semua perkantoran, termasuk jasa perbankan tutup. Makanya aku pun ikut ambil bagian memanfaatkan kesempatan itu. Apalagi dalam musim lebaran, biasanya permintaan dalam bisnisku melonjak tajam. Jadi aku berusaha mengumpulkan dana dalam 1 rekening ke salah satu bank yang nantinya dipakai untuk melakukan transaksi. Dengan berharap saatnya aku membutuhkan nanti bisa  berjalan dengan lancar. Dan tentunya aku tidak mau menanggung biaya berlebih, apabila melakukan banyak transaksi karena harus pindah rekening.Untuk itulah aku persiapkan matang-matang, untuk menghadapi transaksi lebaran nanti.

Hmmm, transaksi pertama berjalan dengan lancar dan uang bisa keluar sesuai dengan transaksi. Kemudian aku melakukan transaksi kedua, karena jumlah yang aku inginkan belum cukup. Celakanya, untuk transaksi kedua ini, aku dibuat begitu shocked, karena uang tidak keluar. Tapi saldoku sudah berkurang. Lagi-lagi aku dibuat penasaran, benarkah yang aku lihat di depan mataku, kalau saldo sudah berkurang. Karena aku tidak yakin, aku cek saldo yang kedua kalinya, ternyata sama. Alias saldo berkurang sesuai dengan apa yang aku lihat. Tanpa pikir panjang, aku langsung ke kantor BNI Cabang di Pasar Minggu dengan hati yang was-was tentunya. Karena aku ingat betapa sulitnya mencari uang setiap harinya. Jadi aku menghargai setiap keringat yang keluar untuk menghasilkan uang tersebut.


Sesampai di bank, aku bertanya ke security yang berjaga di bank, “kemana aku harus mengadukan kejadian dalam pengambilan uang di ATM. Uang tidak keluar, tapi saldo berkurang. ” Petugas Security menyarankan aku untuk ke Customer Service. Aku pun langsung naik ke lantai 2, karena waktu yang memang sudah mepet. Hmmm, nasabah yang menunggu ada sekitar 15 an orang. Berapa lama aku harus menunggu proses semua ini?, karena waktu sudah hampir jam 3. Jantungku terus berdetak keras, berharap ada solusi cepat. Karena aku sangat membutuhkan uang itu untuk transaksi nanti. Jadi uang itu memang sebisanya aku pegang, karena tidak mungkin aku setor ke bank selama liburan ini. Praktis selama liburan ini, aku hanya bisa mengambil uang atau transfer saja dalam melakukan transaksi. Tapi aku sendiri tidak bisa mengisi kembali saldo yang menipis atau mendekati habis.

Itulah sebabnya, aku berusaha untuk mengisi sebanyak dan sebisa mungkin. Celakanya apa yang terjadi dan aku alami, berlawanan arah dengan keinginanku. Sekitar 15 menit kemudian, tibalah giliranku untuk melakukan pengaduan. Celakanya, petugas Customer Service bank pun tidak bisa banyak membantu, kecuali hanya sekedar mencatat pengaduan saja. Dan aku harus menunggu sekitar 2 minggu investigasi. Batin saya, busyet. Menunggu uang sendiri saja, begitu lama. Bagaimana mau mengharap dapat uang dari orang lain atau kredit?, heheheheh.

Tidak enak memang jadi orang miskin. Uang sedikit saja yang dipunyai, masih tidak mau keluar. Eh masih harus menunggu dalam jangka waktu yang lama. Sampai mulutku berucap, kejam sekali. Di saat orang sedang membutuhkan banyak uang dan mereka tahu ATM berjalan tidak semestinya. Tapi mereka tidak berusaha memperbaikinya. Tidak adakah pekerja  yang mumpuni untuk memberesi ATM yang kacau?, kenapa tidak ada respon cepat dari bank, dalam hal ini bank BNI untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, selain hanya minta maaf?. Bagiku minta maaf saja tidak cukup, di saat banyak orang sedang membutuhkan uang.  Aku melihat ada setumpuk pengaduan sudah di meja, dan aku yakin akan semakin banyak korbannya lagi setelahku nanti.

Apalagi liburan baru akan dimulai besok pagi. Berapa nasabahkah yang akan menjadi korban ketidakberesan ATM machine ini?. Sungguh BNI tidak profesional cara kerjanya untuk mengatasi permasalahan nasabah. Bank yang seharusnya segera bersikap tatkala mendengar satu keluhan dan segera melaporkan ke atasan untuk segera ditindaklanjuti. Tapi nyatanya hanya mengumpulkan pengaduan saja. Saat aku di BNI sudah ada setumpuk pengaduan karena ATM yang kacau. Duh, beginikah profesionalisme kerja perbankan di Indonesia, disaat orang sedang membutuhkan uang dalam jumlah yang besar?.

Terus terang aku benar-benar kecewa dengan pelayanan dan service yang dimiliki BNI. Bank yang notabene bank besar dan berplat merah, seharusnya menjaga pelayanan dan jasa yang dimilikinya. Tapi justru semakin banyak korban yang berjatuhan hanya karena ATM nya tidak berjalan dengan baik. Aku  akan ancang-ancang untuk cabut sebagai nasabah. Justru, tantangan dunia perbankan saat ini adalah mempertahankan nasabah dengan cara memenuhi tuntutan keprofesionalismenya di saat banyak orang membutuhkan jasanya. Bukan pada kemegahan gedung dan iming-iming bonus yang ditawarkan, sementara pelayanan dan servicenya buruk.

Maaf, aku memang  kecewa dengan pelayanan yang dimiliki BNI. Habis lebaran aku akan “say goodbye”, karena bank ini tidak memberikan banyak manfaat bagiku. Hmmm, maaf yaa kawan, aku menuliskan uneg-unegnya disini. Siapa tahu yang lain mempunyai masalah yang sama, atau paling tidak ada sedikit  pesan dariku untuk berhati-hati kalau mau mengambil uang di ATM.

Take Care and Happy Holidays

Tidak ada komentar:

Posting Komentar