Selasa, 06 Agustus 2013

Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya

Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya (doc: pinkyangga.wordpress.com)

Membaca tulisan Bang Armand di Kompasiana yang berjudul, Maka Jadilah Penulis yang Disenangi, mengingatkanku sejak awal bahwa aku bergabung dengan Kompasiana, karena ingin belajar menulis dan sekaligus memraktekkannya. Karena aku sudah belajar menulis bertahun-tahun yang lalu, mengikuti kursus tulis menulis. Bahkan aku pun telah dinyatakan lulus dengan predikat baik. Tapi sayangnya aku sendiri tidak pernah memraktekkannya setelah lulus. Akhirnya, aku terasa gagap dalam menulis setelah tersadar karena  tidak pernah praktek.

Padahal mentorku dulu  memberikan komen di tugas-tugas yang diberikan dengan mengatakan bahwa tulisanku bagus. Hanya untuk bisa mewujudkan apa yang aku inginkan, aku perlu rajin menulis dan menulis. Makanya aku bergabung di Kompasiana, agar aku bisa belajar secara langsung, sekaligus memraktekkan. Tidak lebih dan sangat sederhana bukan?.


Jadi motivasi dan targetnya ya untuk diriku sendiri. Ibaratnya, Kompasiana adalah buku diary yang siap kuisi dengan tulisan setiap hari, kapan saja aku mau.  Cuma sayangnya aku belum bisa menulis dalam buku diary ku setiap hari. Maklum mood ku berpengaruh sekali dalam proses produktivitasku menulis. Jadi apa boleh buat, kalau tulisanku masih seperti Yo-yo, yang naik turun antara ada dan tiada tentunya.

Aku sendiri tidak mempunyai target yang muluk-muluk dengan bergabung di Kompasiana. Sangat dan sangat sederhana boleh dikatakan. Tidak mempunyai ambisi apapun selain hanya untuk  belajar menulis dan sekaligus memraktekannya. Jadi benar-benar untuk tujuan dan targetku sendiri. Kalau ternyata tulisanku membawa kebaikan bagi orang lain, aku pun bersyukur. Tapi itu hanya sebagai efek samping saja.

Apalagi aku sendiri mempunyai sifat pelupa yang super akut. Makanya dengan kegiatanku menulis, diharapkan bisa mengikat ilmu yang ada dalam otakku dan memindahkan ke dalam bentuk tulisan. Daripada aku harus menyimpan dalam otakku, yang tentu saja cepat sekali hilang. Belum  kalau sampai kepenuhan karena bertumpuknya informasi yang tersimpan, akhirnya bisa overload dan membuatku tambah pusing. Mau dikemanakan lagi ilmu atau informasi yang sudah kuperoleh?.

Itulah sebabnya judul diatas mengena sekali dengan keinginan sederhanaku. Yeah sekedar untuk mengikat ilmu yang tersimpan di otak. Jangan sampai otakku malah beralih fungsi jadi gudang tempat menyimpan segala informasi. Sungguh disayangkan bukan? Otak yang seharusnya dipakai untuk aktif berpikir, malah menjadi gudang tempat penyimpanan. Tidak perlulah itu, biarkan tugas itu dipegang oleh Mr Google, sebagai mesin pencari informasi. Aku hanya ingin meringankan beban otak dengan menuliskannya dalam buku diaryku di Kompasiana ini. Makanya aku terasa santai dalam berinteraksi disini, karena memang itu yang menjadi tujuan utamaku.

Manfaat sisanya, aku bisa sharing dan connecting. Itu sebagai bonus yang menggembirakan tentunya. Apalagi kalau tulisanku bermanfaat bagi kawan yang lain, itu sungguh aku syukuri. On top of that, dengan bertambahnya teman dan sahabatku di Kompasiana, terasa bertambah pula kekayaan jiwaku. Bayangkan, kalau aku tidak bergabung disini, pertemananku paling-paling hanya sebatas rumah, tetangga dan tempat kerja saja. Hohohoho sangat sedikitlah jumlahnya. Tapi sekarang, daftar pertemananku sudah mencapai 2651 teman dalam waktu kurang dari 3 tahun. Ups! suatu pencapaian yang sangat luar biasa banyaknya.

Jadi itulah sedikit kisahku, kenapa aku bergabung dengan Kompasiana. Terus terang aku bersyukur, karena aku masih terus bisa memraktekkannya, walaupun masih angot-angotan frekuensinya. Yang jelas sudah lumayan sekali, karena aku berani tampil dan unjuk tulisan disini. Biarpun sangat sederhana tentunya. Karena kebanyakan tulisanku berupa curhatan seorang ibu dalam mengisi waktu luangnya. Tapi itu pun sudah memeras tenaga dan pikiran lho, apalagi waktu. Jelas donk, aku menghabiskan waktu untuk setiap menulis di Kompasiana. Tapi aku yakin tidak sia-sia semua proses yang kujalani ini.

Satu lagi ilustrasi yang bagus untuk menggambarkan keinginanku:

..... Lipatgandakan Ilmu dengan Membaginya ..... (doc: achmatim.net)

Terima kasih dan Salam Menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar