Minggu, 04 Agustus 2013

Serba Serbi dalam Menyiapkan Masa Pensiun dan Sesudahnya


                                            Happy Retirement (doc:lapetite-presse.blogspot.com)


Tulisan berikut ini sekedar opini saya saja, apa yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama kita pun bisa menyiapkan pundi-pundi penghasilan untuk meringankan beban kehidupan kita. Jangan sampai kita hidup menjadi beban bagi keluarga, saudara-saudara, maupun  kepada anak kita. Bukankan kemandirian jauh lebih utama, baik buat diri kita sendiri maupun anak kita.

Kembali ke topik diatas, saya mungkin salah seorang yang tidak takut menghadapi masa pensiun ini. Padahal saya belum punya apa-apa di rumah. Tapi entah kenapa, saya tidak takut dengan masa depan.  Karena bagi saya masa depan adalah penuh dengan mistery, apa saja bisa terjadi. Bahkan bisa melebihi apa yang tidak kita duga sebelumnya. Orang boleh percaya dan boleh juga tidak. Tapi bagi saya there is nothing impossible. Jadi kenapa takut? Binatang yang tidak mempunyai otak untuk berpikir saja bisa makan, apalagi kita manusia yang dikaruniai otak dengan akal dan pikirannya. Itulah syarat pertama yang harus dimiliki oleh setiap orang, bahwa kita harus mempunyai iman sebagai pegangan, agar kita tetap optimis. Karena dengan iman, diharapkan kita tidak mudah terombang-ambingkan oleh angin, badai maupun tsunami yang bisa datang setiap saat.

 
Setelah kita mempunyai iman, tentunya akan lebih baik kalau kita memiliki ilmu dan pengalaman/skills. Kemudian kita perlu mengamalkannya Yeah ilmu, pengalaman dan skills apa saja yang bisa dipakai untuk menunjang kehidupan kita, sekarang ini dan nantinya. Untuk itu, kinilah  saatnya untuk berbuat sebaik dan secerdas mungkin, kalau bisa. Karena dengan bekal ilmu, pengalaman atau skills yang cukup, akan jauh lebih baik dan mempermudah kita untuk menggapai apa yang kita inginkan. Saya bersyukur karena saya mempunyai iman dan ilmu ini. Itulah sebabnya, saya tidak takut dan gentar dalam menghadapi masa depan. Saya tinggal mengamalkan apa yang saya punyai seoptimal mungkin mulai dari sekarang. Tanpa saya harus merasa kehilangan masa kini untuk bisa menikmati hidup.

Syarat ketiga untuk bisa menyiapkan masa pensiun adalah dengan melakukan investasi di bidang kesehatan. Kemajuan di bidang teknologi diiringi dengan kemajuan di bidang medis. Yang berakibat meningkatknya tingkat harapan hidup masyarakat Indonesia. Namun dalam prakteknya, tergantung pada masing-masing orang bagaimana kita memerlakukan dirinya sendiri. Apakah kita ceroboh terhadap dirinya sendiri yang diwujudkan dalam gaya hidup dan pola makannya atau kita  tetap hati-hati  menjaganya. Apa enaknya kita berumur panjang, kalau kita sakit-sakitan dan sering pergi ke dokter dan masuk rumah sakit. Uang yang kita kumpulkan, akhirnya akan tergerus habis oleh pengeluaran untuk kesehatan.

Syarat ke empat adalah hemat, tidak boros dan glamour. Bagi saya hemat disini bukan berarti pelit, tapi kita bisa membelanjakan uang sesuai dengan kebutuhan. Bukan sesuatu yang didasarkan keinginan semata. Tentunya hasilnya akan lain kalau kita menekankan pada keinginan, apalagi kalau kita belanja karena gengsi, pamer dan glamour. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit tentunya, bahkan bisa melebihi budget yang ada.

Syarat yang kelima adalah perlunya cita-cita atau mimpi apa yang hendak kita raih di hari tua nanti. Dengan kita mempunyai mimpi, cita-cita dan harapan, akan membuat hidup kita menjadi lebih semangat. Karena cita-cita atau impian inilah yang akan memacu setiap harinya untuk segera mewujudkannya sebelum ajal menjemputnya. Bersyukur kalau kita bisa melakukannya.

Untuk itu, saya sebagai seorang pekerja yang bukan PNS, BUMN atau pun bukan bekerja untuk swasta. Bagi saya masa produktif sekarang inilah saatnya saya harus menyiapkan berbagai sumber pendapatan (multiple streams of incomes). Jadi, saya memang tidak bisa mengharapkan atau mengandalkan dari satu sumber gaji. Kenapa? Karena bagi saya mengharapkan atau menggantungkan dari satu penghasilan adalah sangat berbahaya. Suatu waktu terjadi keterlambatan dalam menerima gaji atau terjadi apa-apa di tempat kerja akan memengaruhi dapur kita. Praktis income atau pendapatan kita akan terganggu sampai urusan kita beres atau bisa diselesaikan.

Bayangkan kalau hal itu sampai terjadi? Dapur kita bisa tidak menyala gara-gara gangguan ini. Persis seperti pepatah, Don’t put your money (income) into one basket. Dalam hal ini saya kategorikan money atau income dengan satu istilah, walaupun secara harfiah tentunya lain. Sebaliknya, kalau kita mempunyai banyak sumber penghasilan (multiple streams of incomes), niscaya kita bisa  mempunyai daya tahan yang lebih kuat. Kapan saja kita mempunyai masalah di tempat kerja, baik itu karena conflict of interests atau apa saja, posisi dapur kita tetap aman dan listrik tetap menyala. Dengan posisi yang demikian, kita sama sekali tidak gentar sedikit pun oleh adanya ancaman dari tempat kerja.

Bahkan kita pun bisa “say goodbye” dengan tempat kerja kita setiap saat, apabila kita tidak suka atau sudah males bekerja. Apalagi kalau posisi multiple  streams of incomes kita jauh lebih kuat, maka harga tawar kita bisa lebih tinggi. Akhirnya, kita tidak akan takut sama sekali dengan adanya tsunami atau berbagai goncangan dalam kehidupan kita.

Namun, untuk bisa mencapai posisi seperti itu memang tidak mudah. Dan tentunya membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas yang tidak semua orang mau dan mampu melakukannya. Karena kebanyakan dari kita lebih suka posisi yang aman selamanya, biarpun income nya sedikit. Tapi justru buat saya merasa kurang tantangan. Bagi mereka yang suka tantangan, kondisi atau posisi yang aman justru menjadi perangkap (trap). Karena disanalah kita merasa dininabobokan dengan kondisi dan mungkin fasilitas yang sudah ada. Justru orang-orang seperti inilah yang dibutuhkan dalam kondisi sekarang ini. Yakni, orang yang dengan kreativitas dan kecerdasannya bisa menciptakan peluang tambahan untuk dirinya sendiri.

Bagi orang lain, mungkin cara ini terlalu ideal atau ngoyo  karena ingin mempunyai banyak sumber penghasilan? Betapa tidak? Menyiapkan Multiple Streams of Inomes berarti kita menyiapkan pundi-pundi pemasukan dari berbagai sumber pendapatan. Jadi tidak melulu income dari tempat bekerjanya saja, tapi bisa darimana saja. Bukankah kita sering berdoa atau berharap, semoga kita bisa memperoleh rezeki darimana saja sumbernya atau rezeki yang tidak disangka-sangka. Kenapa tidak kita manfaatkan peluang itu? Yang penting khan halal dan berkah. Kenapa kita malu untuk memulainya?

Bagi saya, yang namanya sumber penghasilan bisa apa saja. Yang penting bagaimana kita bisa menggunakan daya kreativitas kita. Itulah sebabnya, saya selalu menekankan perlunya sistem pendidikan yang melihat  pentingnya kreativitas dan penggunaan akal untuk berpikir daripada penekanan pada hafalan. Karena kreativitas yang berangkat dari imajinasi dan daya nalar yang tinggi, akan mempunyai pengaruh yang  besar sekali dalam kehidupan kita. Kalau hal itu sudah kita siapkan sejak kita masih dalam usia produktif, diharapkan saat pensiun tiba, kita tinggal memetik hasilnya. Sedangkan porsi untuk terus aktif bisa didelegasikan ke orang lain, yang menjadi kepercayaan. Asal jangan salah dalam memilihnya, yang berakibat kehancuran akan pundi-pundi kita.

Apabila kondisi ini sudah tercapai, niscaya kita tidak perlu waktu lama lagi untuk menunggu masa pensiun. Kita bahkan siap kapan saja untuk pensiun. Sisa waktunya tidak berarti kita terus tinggal diam di rumah, tapi ada banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan.
                            Saatnya Menikmati Masa Pensiun …. asyik yaa, hehehhee (doc:ok.gov)

1. Traveling. Waktunya disesuaikan dengan keadaan kita, walaupun sebenarnya bisa kapan saja kita mau melakukan traveling ini.

2. Menulis. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bahkan sebelum pensiun pun sudah bisa dimulai, dan kita tingkatkan lagi setelah pensiun. Siapa tahu produktivitasnya bisa semakin meningkat dengan kita tidak aktif lagi di tempat kerja.

3. Volunteer. Kegiatan ini banyak dilakukan oleh orang-orang tua yang sudah pensiun di luar negeri. Mereka membantu kegiatan proses belajar mengajar di Elementary School, Play Group, Nursing Home, Perpustakaan dll.

4. Social enterpreneur. Kegiatan ini kalau kita mau dan mampu memulai atau melakukannya, kenapa tidak? Saya jadi ingat programnya Kick Andy, Doing Well by Doing Good, walaupun kegiatan ini bisa  dilakukan sewaktu kita masih aktif di tempat kerja, yang menjadi bagaian dari CSR (Company Social Responsibility) perusahaan yang masih terus berlanjut setelah kita pensiun.

5. Aktif di kegiatan masyarakat, atau Lembaga-lembaga sosial lainnya

6. Mengajar, Consultant atau Buka Usaha. Kegiatan ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai pendidikan tinggi agar bisa mengamalkan ilmunya. Baik itu dengan menjadi pengajar, menjadi consultant atau bahkan dengan membuka usaha yang ada kaitannya dengan profesi atau hobinya.

Begitulah sedikit serba-serbi kegiatan yang bisa dilakukan menjelang pensiun dan sesudah pensiun (officially retired). Contoh di atas hanya untuk penyederhanaan. Apa saja sebenarnya bisa dilakukan agar kita tetap aktif, karena hal itu penting agar badan kita tetap sehat tentunya. Jangan sampai setelah kita tidak aktif bekerja, malah kita menjadi sering sakit-sakitan. Karena bingung apa yang mau dilakukan dan merasa tidak berguna/berharga lagi. Padahal masa pensiun justru lebih enak, karena kita bisa bebas untuk melakukan apa saja. Termasuk kita juga bebas untuk menikmati waktu luangnya.

Happy Retirement

Tidak ada komentar:

Posting Komentar